Archive for August, 2008

04
Aug

Pencalonan Saya Untuk DPD RI Banten : Sebuah Profil Singkat

Adalah
sebuah mahakarya bagi saya mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Mengingat.
saya adalah “wong cilik” saya sama persis dengan anda semua, bukan siapa-siapa.

 

Saya
bukanlah anak seorang tokoh besar, atau anak pejabat yang memiliki pengaruh
yang luas, saya juga bukan orang yang memiliki kelebihan materi, justru
sebaliknya saya hanyalah anak seorang pensiunan PNS dengan pangkat dan golongan
yang sangat biasa-biasa saja. Dan secara sangat kebetulan dilahirkan dari
seorang bunda yang memiliki semangat bekerja keras. Karena sadar bahkan saya
terlahir bukan dari keluarga yang sangat mampu.

 

Meski
demikian ada segenggam cita-cita dan idealisme, bahwa Banten memiliki
potensinya yang besar. Dan saya bertekad mewujudkan Banten yang bersih anti KKN.
Banten yag lebih Plural dan majemuk, dengan memberikan penghargaan
setinggi-tinggi bagi mereka yang berprestasi sehingga kita harus membangun Poros
Keadilan, Poros Kesempatan, Poros Pemerataan dan Poros Kesejahteraan bersama.

dan tugas seorang anggota DPD alias Senator adalah menjembatani Banten dengan
kekuasaan Pusat, seharusnya pula menjembatani Banten dengan dunia internasional.
Dan ini telah tertanam tatkala masih menjadi aktivis Universitas

Indonesia

pada masa awal reformasi 1998.

 

Sebagai
anak yang dilahirkan di Kp. Sempu Kelapaendep, Cipare Serang dan besar di
wilayah Karawaci Tangerang, Saya dapat memahami Banten dengan ragam aktivitas
pola masyarakatnya yang terisi dengan kemajemukan. Dan ini menjadi modal spirit
bagi saya untuk menunjukan kepada dunia bahwa Banten unik dengan perpaduan
nilai tradisionalnya yang religius dan juga turbulensi kemajuannya yang dapat
berjalan selaras disisi lainnya. Inilah Banten tempat ribuan Industri
berkembang, namun kita juga dapat melihat masyarakat Baduy yang unik disisi
lainnya.

 

Terekam
betul dalam ingatan saya ketika masa kecil dulu, kala kakek saya SM.Tohir,
seorang mantri kesehatan yang juga seorang mantan pejuang. Ketika beliau
berkelana dari satu kampung-ke kampung yang lain, dari satu pelosok ke pelosok
yang lain untuk mengobati pasien-pasiennya, masih terngiang betul dalam memori
saya, ketika Masyarakat membayarnya dengan hasil kebun atau panen mereka,
seperti singkong, Pepaya, atau bahkan ayam kampung yang masih hidup. Itu semua
memori yang makin menebalkan keinginan saya, kalau Kakek saya saja bisa
memberikan kontribusinya tanpa pamrih lantas kenapa tidak jua dengan saya, Dan
Saya berjanji, Jika terpilih Menjadi
Senator (DPD) saya akan mengembalikan gaji saya kepada masyarakat Banten
.

 

Sekali
lagi adalah sebuah mahakarya bagi saya, yang ternyata harus siap bertandang ke
gelanggang dimana saya akan bersaing dengan anak Bupati bahkan anak Gubernur,
bahkan dengan para mantan pejabat-pejabat baik daerah maupun mantan pejabat
Pusat.

 

Namun
saya ingin memberikan dorongan kepada anak-anak muda seperti saya untuk
berperan aktif memberikan sumbangsihnya bagi pertiwi khususnya Banten yang
tercinta. Siapapun mereka tanpa terkecuali dan tanpa mengecilkan pentingnya perean
mereka dalam roda demokrasi dan kemajemukan.

 

Seperti
saya dan banyak orang lainnya, apalagi mereka yang ternyata memiliki prestasi
yang boleh dibilang membanggakan dalam berbagai hal. Orang kecil seperti saya,
seperti anda juga tidak lantas patah arang untuk memperjuangkan diri anda untuk
melesat maju. Sebab dengan demikian ini akan memompa semangat anak muda lainnya
untuk Maju tanpa menghiraukan kekurangan mereka kecuali istiqomah (teguh
berpendirian) untuk memberikan sumbangsihnya. Amin.

02
Aug

Surganya Para Pecinta Dan Keikhlasan

Menurut suatu hadits, beberapa orang akan bangkit di hari Pembalasan (Kiamat) dalam suatu keadaan, di mana ketika mereka melihat Allah, mereka akan tersenyum, dan ketika melihat mereka, Allah akan tersenyum. Suatu suara kemudian akan terdengar,
Hai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (89:27-30). Mereka yang mencintai Allah , dan juga, mereka yang saling mencintai satu sama lain karena Allah akan dikaruniai perlindungan di bawah ‘Arsy (singgasana) Allah . Pada hari itu tak ada naungan kecuali naungan ‘Arsy. Bagi orang-orang awam, Hari Penghakiman akan berlangsung selama 70.000 tahun; sementara, bagi para pecinta, Hari itu hanya akan berlangsung selama dua raka’at shalat sunnah sebelum shalat Subuh. Mereka akan berjalan-jalan di atas bukit-bukit misik dan melihat keindahan (jamaal) dari Yang Paling Dicintai .

Para pecinta tak akan disusahkan dengan Pergolakan di Hari Penghakiman, Para pecinta tak memiliki perhatian apa pun, Selain memandang keindahan Ia yang mereka cintai.
Beberapa pecinta demikian tenggelam dalam kerinduan mereka terhadap Allah sehingga mereka akan segera berlarian menuju gerbang-gerbang Surga [jannah] dan bertanya pada penjaganya, Malaikat Ridwan as, "Kami telah diberitahu di dunia bahwa di Surga seseorang akan dikaruniai penglihatan yang indah atas Allah." Malaikat Ridwan as akan bertanya pada Allah, "Oh Tuhan, neraca keadilan [mizan] belum juga ditimbang, tetapi orang-orang ini telah meminta masuk ke dalam Surga?" Allah akan berkata pada mereka, "Wahai hamba-hamba-Ku, kalian masih harus menghitung amal-amal kalian, tetapi kalian sudah ingin masuk Surga?" Para pecinta akan menjawab, "Wahai Tuhan kami, Yang Maha Pemurah, Engkau tahu benar bahwa kami telah memalingkan diri kami dari dunia material, dan mengabdikan diri kami sepenuhnya bagi-Mu.

Kalbu-kalbu kami tak lagi menginginkan harta-harta dunia dan kami selalu puas atas apa yang ada pada kami. Kami mencintai-Mu dan menyembah-Mu sepanjang malam, dahi-dahi kami dalam keadaan sujud. Kami shalat dan berdoa kepada-Mu dari kedalaman kalbu kami. Kami lewatkan malam-malam kami tanpa istirahat, hanya mengharap keridhaan-Mu. Saat kematian kami, tak ada yang kami miliki dalam kalbu kami selain kecintaan pada-Mu." Allah akan berkata pada Malaikat Ridwan as, "Wahai Ridwan as! Ini adalah para pecinta-Ku, perhitungan macam apa yang harus dilakukan pada mereka? Bukalah pintu-pintu jannah dan biarkan mereka masuk tanpa harus memperhitungkan amal-amal mereka."

Menurut suatu hadits, pada hari Penghakiman, Allah akan menyatakan penyesalan pada para pecinta yang menghadapi kesengsaraan dalam kehidupan material dunianya dan hidup dalam pemantangan hawa nafsunya, dalam keadaan tetap miskin dan lapar. Allah akan menunjukkan rasa simpati-Nya di hadapan mereka, sama seperti seorang teman yang merasa bersalah di hadapan teman lainnya karena tak mampu memberinya suatu hadiah atau pemberian. Pada Hari Pembalasan nanti, para pecinta akan ditempatkan di dekat danau [haud] Kautsar. Kekasih Tercinta Allah dan juga rahmat bagi seluruh alam (rahmah lil-’alamin), Nabi Muhammad saw akan mengisi gelas-gelas dengan air dari danau itu untuk mereka minum. Beliau akan mengenali setiap pengikutnya dengan adanya nur [radian spiritual] yang memancar keluar dari anggota-anggota tubuh yang biasa mereka basuh saat melakukan wudhu’. Bahkan para malaikat akan senang ketika mereka melihat orang-orang ini sebagai pengikut [ummah] dari Nabi Muhammad saw.

Saat mereka sampai di padang-padang pengadilan, Malaikat-malaikat yang takjub akan bangkit dan berseru, Pelayan dari pelayan dari pelayan Muhammad telah tiba! Kerasnya Hari Pembalasan akan menimpa kaum yang ingkar (kuffar), dan kaum yang membuat sekutu bagi Allah [musyrikin], kaum munafik, dan para pendosa [fasiqin]. Para pecinta akan menyeberangi jembatan [sirath] di atas Neraka secepat hembusan angin. Panas api Neraka akan tersejukkan oleh cahaya [nur] dari iman mereka sedemikian hingga Neraka itu sendiri akan berteriak dan meminta para pecinta untuk melaluinya dengan cepat, agar iman mereka tidak memadamkan api-apinya.

Pada Hari Pembalasan ini pula, Allah akan mengaruniakan pada para pecinta itu hak untuk memberikan syafa’ah. Mereka akan membawa beserta mereka banyak pendosa, menuju ke dalam Surga. Para pecinta tak akan dikenai kerasnya Hari Pembalasan itu, dan mereka sendiri akan menjadi wasilah (perantara) bagi yang lain untuk keluar dari kerasnya hari itu. Suatu nur indah akan terpancar di muka mereka, memimpin mereka menuju pintu-pintu Surga: Dan orang-orang yang takut (taqwa) pada Tuhan mereka akan dibawa ke dalam surga dalam rombongan-rombongan… (39:73)

Pada hari Pembalasan, Allah akan memberikan balasan istimewa bagi mereka yang menanamkan cinta kepada Allah dalam kalbu-kalbu saudara-saudaranya yang lain. Pada hari saat mana kekayaan dan anak-anak tak akan berguna. Hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.(26:88-89). Orang-orang mu’min itu yang melewati kehidupan sementara (di dunia) ini sebagai seorang miskin dan fakir akan diperlakukan sebagai tamu-tamu kehormatan di Hari Pembalasan. Diriwayatkan dalam suatu hadits bahwa Nabi saw biasa berdoa: Ya Allah, biarkan aku hidup sebagai seorang fakir dan mati sebagai seorang fakir. Dan bangkitkan aku di antara kaum fakir di hari Pengadilan nanti.

Ya Allah, karuniakan padaku kalbu yang dipenuhi kecintaan pada-Mu, dan semoga rahmah-Mu selalu turun atas kalbuku, Karuniakan padaku suatu kalbu yang tenggelam dalam kerinduan pada-Mu agar aku terlupa akan hiruk-pikuk Hari Pembalasan.